Sejarah Kerajaan Aceh

aceh

Kerajaan Aceh yang juga dikenal sebagai Kesultanan Aceh atau secara resmi Kerajaan Aceh Darussalam dimulai pada tahun 1496 dan bertahan hingga tahun 1903 sebelum akhirnya kalah oleh Belanda dalam perang Aceh pada tahun tersebut. Kerajaan Aceh bertempat di yang sekarang menjadi provinsi Aceh, dan merupakan kekuatan besar di daerah itu pada abad 16 dan 17. Tempat yang dipilih sebagai ibukota adalah Kutaraja yang sekarang menjadi Banda Aceh.

aceh

Perjalanan Kerajaan Aceh

Meski tidak ada kejelasan tentang awal berdirinya kerajaan ini, ada satu versi yang menyebutkan bahwa Kesultanan Aceh didirikan oleh orang-orang Cham yang pada masa sekarang tersebar di Kamboja, Thailand, dan Vietnam. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa bahasa Aceh merupakan satu dari 10 bahasa yang tergabung dalam kelompok bahasa Aceh-Chamic. Menurut sejarah Melayu, raja Champa yang bernama Syah Pau Kubah saat itu memiliki anak yang kabur ketika Vijaya dihabisi oleh dinasti Le dari Vietnam di tahun 1471. Syah Pau Kubah inilah yang dipercaya membentuk kerajaan Aceh nantinya.

Kerajaan Aceh berubah menjadi kesultanan, meski begitu, memiliki sejarah yang jelas. Pada pertengahan abad ke-15, pemimpin Aceh beralih menganut agama Islam, dan kemudian Kesultanan dibentuk oleh Ali Mughayat Syah yang memulai perluasan daerah kekuasan di Sumatera Utara pada tahun 1520. Penguasaan area ini termasuk di dalamnya Deli, Pasai, dan Pedir, dimana ia juga menyerang Aru. Ketika anak dari Ali Mughayat, Alauddin al-Kahar mengambil alih kekuasan pada tahun 1571, perluasan kekuasaan lagi-lagi dilakukan lebih jauh ke bagian selatan Sumatera meskipun kurang begitu berhasil. Penyerangan lainnya juga ia lakukan ke area Johor dan Malaka dengan bantuan dari Kerajaan Ottoman yang mengirimkan 15 Xebec (sebuah kapal layar dengan bowsprit yang panjang, biasa digunakan untuk berdagang) dipimpin oleh Kurtoglu Hizir Reis.

Adanya perpecahan di dalam Kesultanan mencegah lahirnya Sultan baru hingga pada saat Iskandar Muda naik di tahun 1607. Saat itu, bisa dibilang Kesultanan Aceh mencapai titik puncaknya dimana daerah kerajaan terus diperluas hingga hampir seluruh Sumatera. Sultan Iskandar Muda juga mampu mengambil alih Pahang, sebuah daerah yang memproduksi timah di Semenanjung Malaya. Pada masa pemerintahan ini juga Kesultanan Aceh menjadi musuh kuat bagi Johor dan Malaka yang saat itu ada di bawah kendali Portugis. Ketakutan Johor dan Portugis ini mendorong mereka untuk bekerjasama dan menghancurkan seluruh kapal dan 19.000 prajurit Aceh saat mereka berencana mengambil alih Malaka di tahun 1629.

Kekalahan Aceh di tahun 1629 membuat kemampuan perang Kesultanan tersebut berkurang jauh, meski begitu kerajaan Aceh tidak berhenti sampai disitu karena Iskandar Thani yang saat itu adalah menantu dari Sultan Iskandar Muda dan pangerang Pahang mengambil alih kekuasaannya. Di masa pemerintahan Sultan Iskandar Thani, kesultanan Aceh mengambil pendekatan berbeda dan lebih terfokus untuk menyelesaikan konflik internal dan persatuan keagamaan.

Setelah kekuasaan Sultan Iskandar Thani berakhir, Aceh mulai dipimpin oleh beberapa Sultan, yaitu Sultan perempuan. Polis Aceh terdahulu yang mengambil tawanan dari daerah yang dikuasi membuat daerah-daerah tersebut menginginkan kemerdekaan. Gerakan permintaan kemerdekaan ini secara besar-besaran melukai kekuatan kontrol Aceh dan memberi penguasa-penguasa daerah kekuatan yang lebih besar, membuat Sultan hanya menjadi simbol. Pada tahun 1680-an, seorang tamu dari Persia menggambarkan daerah Sumatera Utara sebagai daerah dimana setiap sudut memiliki raja kecil atau gubernur yang memiliki aturan sendiri dan tidak membayar upeti kepada otoritas yang lebih tinggi darinya.

Pendudukan Belanda
Pada tahun 1820 saat Aceh memproduksi setengah dari supply merica dunia, Tuanku Ibrahim berhasil mengembalikan sedikit integritas Kesultanan dengan cara mengambil alih penguasa merica dengan cara membuat mereka melawan satu sama lain. Tuanku Ibrahim akhirnya melanjutkan estafet kerajaan Aceh menggantikan kakaknya Muhammad Syah dan mendominasi kekuasan penerusnya, yaitu Sulaiman Syah. Pada masa pemerintahannya, Tuanku Ibrahim berubah namanya menjadi Sultan Ali Alauddin Mansur Syah dan melebarkan kekuasaannya tepat saat Belanda sedang melakukan konsolidasi kekuasaan mereka ke arah utara.

Kekuasaan Aceh pada masa-masa ini diperkuat dengan bantuan Inggris yang berusaha menjauhkan Aceh dari genggaman Belanda. Cara yang digunakan adalah mere-evaluasi polis mereka dan membuat perjanjian Anglo-Dutch yang memperbolehkan Belanda mengontrol Sumatera dengan imbalan Gold Coast dan hak berjual beli di Aceh Utara. Perjanjian ini diakhiri dengan deklarasi perang terhadap Aceh, dan akhirnya disusul oleh Perang Aceh pada 1873. Saat bersiap-siap untuk perang, Mahmud Syah meminta bantuan internasional, tapi tak ada yang mau ataupun bisa membantu.

Pada 26 Maret 1873, Johan Harmen Rudolf Kohler membombardir Banda Aceh dan berhasil menduduki hampir seluruh daerah pantai pada bulan April. Pada saat ini lah Sultan meminta bantuan militer dari Italia dan Inggris yang berada di Singapura dan berhasil meningkatkan angka prajurit mereka. Karena meremehkan kemampuan perang masyarakat Aceh, tentara Belanda mengalami kekalahan dan Kohler terbunuh bersama 80 orang prajurit. Perang kembali terjadi pada November 1873 dengan 13.000 pasukan Belanda yang dipimpin oleh Jan van Swieten melakukan ekspedisi militer lagi ke Aceh. Invasi kali ini terjadi bersamaan dengan serangan kolera yang menewaskan ribuan jiwa di kedua belah pihak. Pada Januari 1874, kondisi Sultan Mahmud Syah menjadi semakin buruk dan pengikutnya mulai meninggalkan Banda Aceh untuk menuju area yang lebih aman. Ketika tewas, Kesultanan mengangkat Tuanku Muhammad Daud menjadi penerusnya. Sayangnya, pada masa ini sudah banyak penguasa daerah yang menyerah pada kekuatan Belanda meskipun masih terus memberi biaya pada Kesultanan. Kekalahan Kesultanan Aceh juga menutup sejarah kerajaan Aceh yang tak lagi memiliki penerus meskipun perang terus terjadi.

Demikian penjelasan singkat mengenai Sejarah Kerajaan Aceh, semoga dapat membantu anda yang memang sedang mencari artikel tersebut atau memang ingin menambah pengetahuan dan wawasan tentang sejarah kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia. Baca juga artikel mengenai Sejarah Kerajaan Pajajaran – Asal Muasal Kerajaan Sunda Pakuan. Akhir kata terima kasih telah mengunjungi Kumpulan Sejarah.

 

Baca Juga :

 

 

Inilah Sejarah Awal Munculnya Android yang Menuai Sukses

sejarah android

Inilah Sejarah Awal Munculnya Android yang Menuai Sukses Android merupakan sebuah sistem operasi dengan kernel Linux sebagai basisnya dan saat ini sedang dikembangkan oleh Google. Android yang memiliki antarmuka pengguna yang fokus kepada direct manipulation ini diciptakan untuk perangkat mobile yang memfasilitasi layar sentuh seperti ponsel pintar, komputer tablet, televisi dengan antarmuka pengguna khusus seperti Android TV, mobil (Android Auto), dan kini jam tangan (Android Wear). Sejarah Android dimulai dengan berdirinya Android, Inc. di Palo Alto pada tahun 2003 dan terus berlanjut bahkan ketika dibeli oleh Google pada tahun 2005.

sejarah android

Sejarah Terciptanya Android
Sejarah Android dimulai pada bulan Oktober 2003, dimana Andy Rubin, Chris White, Nick Sears, dan Rich Miner, bekerjasama untuk membuat sesuatu yang oleh Rubin disebut “sebuah perangkat mobile yang lebih pintar hingga bisa tahu lokasinya dan kegemaran pemakainya”. Untuk awalnya, sistem operasi ini akan digunakan sebagai sistem operasi dari kamera digital yang canggih. Ide tersebut batal ketika mereka menyadari bahwa pasar kamera digital tidak begitu besar, dan mereka mengubah haluan dengan membuat sebuah sistem operasi ponsel pintar untuk mengalahkan Symbian dan Windows Mobile yang saat itu merajai pasar. Di tahun itu juga Rubin kehabisan uang, dan Steve Perlman memberikannya uang tunai $10.000 yang disimpan dalam sebuah amplop.

 

Pada tanggal 17 Agustus 2005, Google melakukan akuisisi terhadap Android Inc. dan tetap mempekerjakan orang-orang penting seperti Rubin, Miner, dan White. Pada saat akuisisi dilakukan, meskipun banyak orang yang tidak mengetahui tentang Android inc., orang-orang menganggap gerakan yang dilakukan Google menandakan bahwa mereka akan memasuki pasar ponsel pintar. Di Google, tim development yang dipimpin oleh Rubin berhasil menciptakan sebuah perangkat mobile yang menggunakan kernel Linux. Platform ini kemudian dipasarkan oleh Google kepada pembuat-pembuat handset dan penyedia layanan telekomunikasi, menjanjikan sebuah sistem yang mampu diupgrade dan fleksibel.

Sejarah Android memasuki babak baru dengan selesainya sebuah purwarupa dengan nama “Sooner” yang sangat mirip dengan ponsel Blackberry. Purwarupa tersebut tidak memiliki layar sentuh, dan hanya ada papan ketik QWERTY tapi kemudian disesuaikan untuk bisa menyokong layar sentuh, demi berkompetesi melawan LG Prada di tahun 2006 dan iPhone milik Apple di tahun 2007. Pada September 2007, InformationWeek mengabarkan tentang adanya hak paten yang didaftarkan oleh Google di bidang telepon Mobile.

Pada tahun 2007 tepatnya pada 5 November, diadakan sebuah konsorsium yang mengundang beberapa perusahaan teknologi termasuk Google dan pembuat perangkat mobile seperti HTC, Sony dan Samsung, hingga penyedia layanan telekomunikasi seperti T-Mobile dan Sprint Nextel, dan tidak ketinggalan pembuat chipset seperti Qualcomm dan Texas Instrument. Pada konsorsium itu, mereka memberi tahu bahwa mereka akan membuat sebuah standar terbuka untuk perangkat mobile, dan Android dipilih sebagai produk pertama mereka. Ponsel komersial pertama yang memiliki Android sebagai sistem operasinya adalah HTC Dream yang dirilis setahun berikutnya, pada 22 Oktober.

Sejarah Versi-Versi Android
Versi pertama yang menjadi awal sejarah Android diberi nama Alpha, dan bukan merupakan rilis komersil. Pada masa versi Alpha inilah maskot android pertama kali dibuat dan akhirnya digunakan. Versi Alpha kemudian berevolusi menjadi versi Beta yang dirilis pada 5 November 2007. Tanggal ini dianggap sebagai tanggal lahir Android, karena pada masa ini juga versi beta Android dirilis untuk publik.

Pada tanggal 23 September 2008, versi pertama yang dirilis secara komersil dirilis dan saat itu hanya bernama Android 1.0. Fitur-fitur yang diberikan juga hanya fitur-fitur dasar seperti Android Market, penjelajah web, kamera, sistem folder, akses e-mail, sinkronisasi Google, aplikasi-aplikasi Google, Youtube, Voice Dialer, status bar dengan notifikasi, serta fitur-fitur ponsel lainnya seperti telpon dan SMS/MMS. Pada 9 Februari satu tahun kemudian, Android 1.1 terkenal dengan nama julukan “Petit Four” dirilis demi menyelesaikan masalah bug yang terjadi pada versi sebelumnya. Fitur tambahan adalah timeout layar yang lebih lama saat menggunakan speakerphone dan kemampuan untuk menyimpan lampiran pada pesan.

Versi 1.5 dirilis pada tahun yang sama dengan versi 1.1. Versi 1.5 yang dikenal dengan nama “Cupcake” memperkenalkan nama versi yang selanjutnya digunakan terus-menerus untuk mengidentifikasi nomor versinya. Cupcake menambahkan fitur-fitur seperti rotasi otomatis dan fitur salin-tempel pada penjelajah web. Versi 1.6 yang bernama “Donut” dirilis beberapa bulan setelah Cupcake dirilis, tepatnya pada 15 September 2009. Fitur tambahan pada Donut yang paling berkesan mungkin adalah sistem pemilihan banyak foto untuk dihapus dan sokongan untuk resolusi layar WVGA.

Sejarah Android terus bergulir hingga sekarang dengan rilisnya versi-versi baru yang terus dikembangkan:

  • Android 2.0 (Eclair) dirilis pada 26 Oktober 2009, dilanjutkan dengan 2.0.1 dan 2.1 dengan nama yang sama pada 3 Desember 2009 dan 12 Januari 2010.
  • Android 2.2 hingga 2.2.3 bernama Froyo dan dirilis pada 20 May 2010.
  •  Android 2.3 hingga 2.3.2 dengan nama Gingerbread dirilis pada 6 December 2010 dan disempurnakan dengan 2.3.3 hingga 2.3.7 pada 9 Februari 2011.
  •  Honeycomb yang merupakan Android 3.0 dirilis sebagai android yang hanya bisa digunakan untuk tablet pada 22 Februari 2011.
  •  Android 4.0 sampai 4.0.2 yang bernama Ice Cream Sandwich dirilis pada 18 Oktober 2011 dan disempurnakan lewat Android 4.0.3 dan 4.0.4 pada 16 Desember 2011 dan 29 Maret 2012.
  •  Android 4.1 dengan codename Jelly Bean rilis pada 9 Juli 2012 dan disempurnakan dengan Android 4.2 dan 4.3 yang masing-masing dirilis pada 13 November 2012 dan 24 Juli 2013.
  •  Android 4.4 yang awalnya bernama Key Lime Pie berganti nama menjadi KitKat dan dirilis pada 31 Oktober 2013
  • Android 5.0 dengan nama Lollipop akan dirilis pada 3 November 2014.

Demikian tadi artikel singkat yang membahas mengenai sejarah awal munculnya android dan perkembangannya dari pertama kali diciptakan hingga sampai saat ini. Semoga penjelasan diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua mengenai sejarah smartphone android yang menuai sukses ini. Baca juga artikel menarik lainnya hanya di Kumpulan Sejarah.

Baca Juga :

Ikuti 7 Langkah Mudah Jadi Wirausahawan Sukses

Ikuti 7 Langkah Mudah Jadi Wirausahawan Sukses

Ikuti 7 Langkah Mudah Jadi Wirausahawan Sukses

Jiwa kewirausahaan atau entrepreunership bisa mendorong meraih kesuksesan. Banyak cara untuk meraih hal itu, salah satunya dengan membangun jejaring (networking) dan fokus terhadap apa yang akan dikerjakan. Butuh keuletan dan ketelatenan dalam menjalankan usaha.

Selain melatih anak-anak untuk memiliki jiwa wirausaha, lembaga Tangan Di Atas (TDA) fokus membangun komunitas bisnis yang telah tersebar di 95 kota di Indonesia dan telah memasuki usia 13 tahun. Presiden TDA, Donny Kris Puriyono menjelaskan sasaran membangun jiwa kewirausahaan dilakukan pada santri. TDA Lamongan, Jawa Timur, baru saja mendapat wakaf tanah dan bangunan seluas 3000 meter dari seseorang untuk digunakan komunitas bisnis ini dengan baik dan produktif.

“Tanah dan bangunan ini dulunya bekas pabrik sadel sepeda yang cukup sukses di era 1990-an. Tapi dalam perjalanannya kalah bersaing dengan manufaktur dari Tiongkok,” kata Donny Kris dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/7.

Ketua TDA Lamongan, Mustiko Adi Wibowo, tanah dan bangunan wakaf tersebut akan dimanfaatkan sebagai pesantren enterpreneur untuk warga Lamongan dan sekitarnya. Para santri akan dibekali ilmu agama sekaligus ilmu enterpreneurship yang dimiliki oleh member TDA Lamongan.
Bau mulut hilang dan ini keluar dari tubuh Anda, jika 10 menit sebelum tidur …
Tanpa pengobatan medis, rasa sakit pada perut dan bau mulut hilang .
Hewan ini hidup di tubuh Anda dan menyebabkan bau mulut!
Basmi cacing parasit tanpa harus ke dokter! Caranya cukup …..
Ini dia penyebab nafas bau dan perut sakit!
Cara terpercaya ini efektif membunuh parasit dalam tubuh!
Dapatkan segera dengan potongan harga!! <>
Inovasi handal dalam mengatasi kerontokan rambut, cukup dengan ini…

“Kami berharap para santri bisa jadi pengusaha yang tangguh, yang mampu

menggerakkan ekonomi bangsa, sekaligus berakhlak yang mulia dengan produktif,” tegas Adi Wibowo.

Ini merupakan wakaf yang ketiga kalinya didapat oleh TDA. Sebelumnya, TDA juga mendapatkan wakaf di Balikpapan dan Garut untuk tujuan entreprenurship.

Dalam laman Learn How To Become, ada beberapa langkah untuk menjadi wirausahawan sukses. Berikut penjelasannya.

Pilih Bidang yang Sesuai

Anda harus memilih bidang yang cocok untuk dikerjakan dan memulai bisnis. Temukan bisnis yang tidak hanya akan sukses, tetapi adalah sesuatu yang Anda sukai. Kewirausahaan adalah kerja keras, maka sesuatu yang disukai pasti akan mudah dilakukan.

Tingkatkan Kemampuan
Anda tidak perlu memiliki semua jenis pendidikan formal untuk menjadi wirausaha, namun tetap harus meningkatkan skill. Jika ingin memulai perusahaan teknologi, pengalaman dalam bisnis, pemrograman komputer, dan pemasaran semuanya bisa berharga.

Susun Rencana

Sebelum memulai bisnis, Anda perlu memiliki rencana bisnis. Rencana bisnis menjabarkan tujuan yang dimiliki serta strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Rencana ini penting untuk mendapatkan investor, serta mengukur seberapa sukses bisnis Anda.

Target Market
Tidak semua bisnis menarik bagi semua orang. Usia, jenis kelamin, pendapatan, ras, dan budaya kelompok target market akan memainkan peran besar dalam menentukan di mana Anda membuka toko.

 

Baca Juga :

 

 

Tingkatkan Kemampuan Generasi Muda, Visi Indonesia Gelar Kelas Menulis

Tingkatkan Kemampuan Generasi Muda, Visi Indonesia Gelar Kelas Menulis

Tingkatkan Kemampuan Generasi Muda, Visi Indonesia Gelar Kelas Menulis

Pemerintah Indonesia dihadapkan pada tantangan untu menyiapkan daya saing para generasi mudanya. Apalagi di era digital seperti saat ini, karena itu penting untuk dilakukan penguatan di sektor kompetensi usia pekerja.

Untuk mendukung itu, Lembaga Visi Indonesia bersama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madinatul Ilmi menggelar program “Kelas Menulis dan Komunikasi” yang diselenggarakan selama 26-28 Juli 2019.

Founder Lembaga Visi Indonesia Muhammad Abdul Idris dalam sambutannya mengatakan, pada era digital saat ini setiap orang dituntut untuk punya kemampuan menulis dan komunikasi yang efektif. Harapannya, dengan kemampuan itu, generasi muda yang masuk dalam usia angkatan kerja, mampu membangun rasa percaya diri.

“Kelas menulis sangat penting untuk diajarkan sedini mungkin, khususnya bagi para pemuda. Dengan kemampuan menulis dan komunikasi paling tidak menjadi bekal dasar pemuda membangun rasa percaya diri,” ujar Idris dalam keterangan tertulis pada JawaPos.com.
Jika bau mulut tak hilang ternyata ini cara ampuh membunuh
Basmi parasit sekarang dengan mengonsumsi secara teratur di pagi hari
Diskon gila-gilaan. S9 hanya IDR 2.150.000 sampai akhir tahun!
Sisa 10 pcs. Segera dapatkan hanya dengan harga diskon!
Heboh! Ternyata ini bukan masalah kulit wajah namun karena adanya
Cukup lakukan beberapa kali dalam seminggu agar parasit hilang
Diskon gila-gilaan. S9 hanya 2.150.000 rupiah sampai akhir tahun!
Sisa 10 pcs. Segera dapatkan hanya dengan harga diskon!

Selain itu, Idris menambahkan bahwa kemampuan menulis dan komunikasi saat ini dibutuhkan pada profesi apa pun sehinga bisa menjadi modal dasar penting untuk melakukan lompatan dan kontribusi lebih besar ke depannya untuk bangsa.

“Menulis dan komunikasi ini kemampuan dasar umum yang sebetulnya wajib dimiliki oleh anak muda Indonesia,” imbuhnya.

Hal yang sama diungkapkan Rektor STAI Madinatul Ilmi Asep Kusnadi. Orang nomor satu di kampus tersebut menyatakan bahwa anak muda harus terus mengenali dan menggali kemampuannya.

“Menjadi sebuah kewajiban dan keharusan anak muda harus terus menggali

potensi dan kemampuan. salah satu yang penting adalah kemampuan menulis dan komunikasi. dua hal ini pasti melekat dengan profesi apa pun,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Pengembangan Pemuda Asorurn Ni’am Soleh mengatakan, pihaknya mendukung penuh kegiatan kelas menulis dan komunikasi karena salah satu program Kementerian Pemuda dan Olahraga salah satunya adalah peningkatakan kualitas pemuda.

“Kemenpora akan mendukung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penguatan kualitas sumber daya manusia terutama pemuda. Saya menyambut baik dengan kegiatan pelatihan kelas menulis dan komunikasi ini,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan panitia, kegiatan kelas menulis dan komunikasi ini

diikuti kurang lebih 60-an pemuda dari berbagai organisasi. Peserta tidak hanya datang dari wilayah Jabodetabek, namun juga beberapa dari daerah.

“Senang sekali peserta kegiatan kelas menulis dan komunikasi datang dari berbagai daerah. Tidak hanya wilayah jabodetabek tapi ada juga dari Cirebon dan Indramayu. Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa,” ujar ketua panitia Muhammad Khotim.

Kelas menulis dan komunikasi diisi dengan berbagai materi seperti public

speaking, dasar-dasar jurnalistik, pengelolaan website, manajemen media sosial, teknik pembuatan power point dan pengelolaan data berbasis excel. Harapannya, para peserta mampu menguasai ketrampilan dan kompetensi dasar tersebut dan mampu mengembangkannya di ‘dunia nyata’ setelah kegiatan pelatihan selesai digelar.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/

UI Pastikan Bebas Kandidat Rektor Asing

UI Pastikan Bebas Kandidat Rektor Asing

UI Pastikan Bebas Kandidat Rektor Asing

– Suara penolakan terhadap program rektor asing semakin kencang. Mulai mantan rektor, guru besar, hingga pengamat pendidikan terang-terangan menolak. Universitas Indonesia yang sedang melangsungkan seleksi pemilihan rektor (pilrek) memastikan tidak ada kandidat dari warga negara asing (WNA).

Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) periode 2015-2019 Joni Hermana menilai, pemerintah malu dengan peringkat perguruan tinggi negeri (PTN) tanah air dalam daftar QS World University Ranking (QS-WUR). Yang mana, selama ini menjadi acuan Kemenristekdikti. ”Malu dengan posisi yang kedodoran, lalu keluarlah ide mengimpor rektor dan dosen asing,” sindirnya.

Seharusnya, lanjut Joni, pemerintah justru angkat topi atas kerja keras para rektor dan dosen PTN saat ini. Mereka telah produktif menghasilkan publikasi internasional di tengah segala keterbatasan yang ada. Terutama support anggaran yang diterima dari Pemerintah.

Menurut Joni, Bisa dibilang, para akademisi di Indonesia saat ini dituntut untuk ikhlas mengabdi di tengah berbagai keterbatasan. Sesuatu yang mungkin tidak ada dalam kamus para profesional akademisi internasional.
Heboh! Ternyata ini bukan masalah kulit wajah namun karena adanya
Cukup lakukan beberapa kali dalam seminggu agar parasit hilang
Diskon gila-gilaan. S9 hanya 2.150.000 rupiah sampai akhir tahun!
Sisa 10 pcs. Segera dapatkan hanya dengan harga diskon!
Menghilangkan bau mulut hanya dengan cara sederhana dari …
Mengetahui cara membunuh parasit dalam 1 malam
Menghilangkan bau mulut hanya dengan cara sederhana dari …
Mengetahui cara membunuh parasit dalam 1 malam

Total publikasi jurnal dan prosiding internasional berbasis Scopus Indonesia

per Januari 2019 adalah 17.593. Sedangkan, Malaysia di peringkat pertama mempunyai jumlah publikasi 17.821 di Asia Tenggara. Hebatnya lagi, lebih separo dari jumlah publikasi ilmiah internasional itu dihasilkan dalam tiga tahun terakhir. Mengungguli Singapura dan Thailand.

”Artinya kita harus sabar untuk menunggu beberapa tahun ke depan. Semuanya ini butuh proses. Karena hasilnya tidak bisa diperoleh secara instan,” kata pria yang juga menjabat Wakil Ketua I Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi itu.

Joni menambahkan, rektor asing jelas tidak akan menyelesaikan masalah.

Bisa jadi rektor asing yang masuk ke PTN Indonesia malah akan frustasi dengan berbagai persoalan yang ada. Mengingat, sarana-prasarana bangunan yang belum layak secara internasional.

Hal itu antara lain, belum cukup menampung mahasiswa asing dalam jumlah yang banyak. Apalagi mahasiswa asing yang berkeluarga. Kemudian, peralatan laboratorium yang sebagian besar sudah tua. Bahkan mungkin, sebagian alat lebih tua dari profesor yang mengajar di PTN tersebut.

Senada dengan Joni, pengamat pendidikan Itje Chodidjah mengatakan,

rencana Kemenristekdikti untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi dengan mendatangkan rektor asing tidak tepat. HItje menilai. hal ini tidak melihat masalah yang dihadapi pendidikan tinggi secara komprehensif.

Seolah-olah memandang rendah praktisi perguruan tinggi dalam negeri. Dianggap tidak lebih unggul dari orang asing. ”Pengelolaan universitas yang selama ini harus dipelajari. Harus ada kajian menyeluruh tidak sepotong-sepotong,” ujar Itje.

 

Sumber :

https://egriechen.info/

SMAN 1 Tajurhalang Tanamkan Sunah Rasul

SMAN 1 Tajurhalang Tanamkan Sunah Rasul

SMAN 1 Tajurhalang Tanamkan Sunah Rasul

Nabi Muhammad SAW merupakan sosok teladan bagi seluruh umat Islam, termasuk bagi para pelajar. Banyak karakter dari Nabi Muhammad SAW yang dapat dicontoh pelajar, seperti rajin, disiplin, berani, dan jujur.

Hal itu disampaikan Ustaz Hari Mukti dalam ceramahnya pada kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diseleng­garakan SMAN 1 Tajurhalang, Jumat (12/1).

Menurut Kepala SMAN 1 Tajurhalang Arif Setiawan, Ustaz Hari Mukti diundang untuk mengisi kegiatan pada hari itu karena isi ceramahnya tidak hanya menceri­takan tentang sejarah agama Islam maupun Nabi Muhammad SAW.

”Beliau juga menyampaikan tentang penanaman sunah-sunah rasul dalam kehidupan sehari-hari siswa maupun guru,” terang Arif.

Arif berharap, hal-hal yang disampaikan Ustaz Hari Mukti pada kegiatan hari

itu mampu diterapkan siswa maupun guru di SMAN 1 Tajurhalang. ”Karena apa yang disampaikan Ustaz Hari Mukti tadi sejalan dengan Kuri­kulum 2013 yang menekan­kan pada penanaman dan pe­nguatan karakter siswa,” jelasnya.

Ia bercerita, kegiatan pada hari itu dapat terlaksana dengan tertib hingga akhir tidak lepas dari kerjasama siswa SMAN 1 Tajurhalang yang menjadi anggota rohis dan OSIS.
Kepala Sekolah Arif Setiawan menyerahkan plakat pada Ustaz Hari Mukti

”Soal biaya, sekolah juga memberikan dana untuk kegiatan ini, tapi mereka inisiatif dan kreatif mengum­pulkan dana. Kami pihak sekolah selalu mendukung setiap kegiatan rohis maupun OSIS ini, dan pastinya kegiatan positif lainnya yang diusung siswa,” beber Arif.

Menurut Ketua panitia kegiatan, Gustaf Haiqal, kegiatan ini merupakan hasil

kolaborasi antara OSIS dan rohis yang dilakukan rutin setiap tahun dengan tema berbeda. ”Kali ini kami mengangkat tema Mem­bangkitkan Sunah-sunah Rasu­lullah pada Generasi Milenial,” terang Gustaf.

Persiapan acara selama tiga bulan. “Awalnya merasa beban, tapi setelah dijalani, enjoy, dan justru saya mendapatkan pengalaman berharga, terutama dalam mengatur teman-teman agar tetap kompak,” tukasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri pula tamu-tamu undangan Muspika Tajurhalang,

anggota MUI Kecamatan Tajurhalang, serta komite sekolah. Selain ceramah, kegiatan juga menampilkan hadro dan rawi, tari saman, dan solo vokal dari siswa.

 

 

Baca Juga :

 

 

SMA Kosgoro Sosialisasi Ujian Masuk PTN

SMA Kosgoro Sosialisasi Ujian Masuk PTN

SMA Kosgoro Sosialisasi Ujian Masuk PTN

Orang tua siswa kelas 12 SMA Kosgoro mengikuti sosialisasi ujian sekolah berstandar nasional (USBN), ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dan masuk perguruan tinggi negeri pada Sabtu (19/1) di Aula Solidaritas SMA Kosgoro. Sosialisasi dilakukan oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah serta testimoni dari alumni yang diterima di Universitas Indonesia.

Kepala SMA Kosgoro Tri Atmojo dalam sambutannya meminta kepada seluruh orang tua untuk membimbing putra-putrinya dalam belajar dan berperilaku yang baik. Tri Atmojo menjelaskan bahwa peserta ujian tahun 2018 sebanyak 308 siswa. “Terdiri pogram IPA 191 siswa dan program IPS 117 siswa, yang insya Allah akan melaksanakan USBN pada 19–24 Maret dan UNBK 9–12 April 2018,” sebutnya.

Tri menuturkan, pelaksanaan USBN tahun ini sedikit berubah, yaitu dari

jumlah mata pelajaran yang diujikan. “Tahun ini, seluruh mata pelajaran yang berjumlah 13 mata pelajaran di USBN-kan, berbeda dengan tahun lalu yang hanya enam mata pelajaran dan USBN ini menentukan kelulusan,” jelasnya.

Menurutnya, ketentuan kelulusan di SMA Kosgoro ada empat syarat yang harus dipenuhi, di antaranya siswa harus menyelesaikan seluruh program pem­belajaran, memperoleh nilai sikap minimal baik untuk seluruh matapelajaran.

”Serta lulus USBN dengan rata-rata nilai semua mata pelajaran paling rendah 7,0 dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 6,5, dan syarat terakhirnya, siswa harus mengikuti UNBK,” tambah Tri.

Wakil kepala sekolah bidang kurikulum Reni Herawati pada hari itu turut

memaparkan hal-hal mengenai jalur masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Ia menjelaskan, terdapat tiga jalur masuk PTN yaitu jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri dengan daya tampung rata-rata 30 persen.

“Sesuai dengan akreditasi, SMA Kosgoro yang berakreditasi A jumlah siswa

yang berhak mengikuti seleksi khususnya SNMPTN sebanyak 50 persen,” jelasnya.

Reni menambahkan, keberhasilan siswa masuk PTN dipengaruhi oleh tiga hal,yaitu prestasi yang dimiliki, jurusan atau prodi yang dipilih, dan jejak rekam alumni.

“Mohon siswa yang diterma di PTN untuk pilihan pertama harus diikuti. Setelah masuk agar belajar sungguh-sungguh karena keberhasilan kakak kelas akan berpengaruh terhadap adik kelasnya nanti,” pesan Rani.

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

Birrul Waalidain Tingkatkan Bahasa Arab

Birrul Waalidain Tingkatkan Bahasa Arab

Birrul Waalidain Tingkatkan Bahasa Arab

Yayasan Pergu­ruan Birrul Waalidain terus meningkatkan penge­tahuan dan

wawasan bagi guru maupun siswanya mengenai Alquran. Mulai cara baca, hafalan quran, hingga wawasan dalam berbahasa Arab.

Menurut Ketua Yayasan Perguruan Birrul Walidain, Memed Jalaludin, yayasannya terus melakukan pendam­pingan bagi siswa yang me­miliki minat dan bakat di bidang Alquran ini. “Untuk itu, kami juga mempersiapkan guru untuk tahsinul quran dan hafalan quran, termasuk juga bahasa Arabnya,” beber Memed.

Dalam memperdalam bahasa Arab, sekolah menggu­nakan buku Durusul

Lughatul Arrabiyah. Menu­rut Memed, buku tersebut biasa digunakan pesantren-pesantren modern untuk belajar bahasa Arab.

“Terutama Pesantren Gontor yang menjadi favorit. Banyak siswi SMP kami yang melan­jutkan ke Pesantren Gontor, mereka justru sudah mem­pelajari lebih dulu, sehin­gga saat wawancara mereka sudah lancar,” terangnya.

Salah seorang guru di Yayasan Perguruan Birrul Waalidain, Qoristhi menga­

takan, sebelum dapat me­ngajarkan buku ini kepada siswa, guru-guru juga men­dapatkan pengajaran.

“Jadi, kita perdalam buku tersebut selama delapan hari,” terangnya.

Dalam satu hari dirinya memperdalam tiga bab yang ada dalam buku tersebut. “Jadi, dalam delapan hari kita menyelesaikan 25 bab,” jelasnya.

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

Mulai Hari Ini Pemerintah Jawa Barat Terapkan Program Ngabaso

Mulai Hari Ini Pemerintah Jawa Barat Terapkan Program Ngabaso

Mulai Hari Ini Pemerintah Jawa Barat Terapkan Program Ngabaso

Reval Bangun Nugraha bersama dua temannya M. Alfi Arofi dan Haikal, memenangkan juara dua Lomba Cerdas Cermat (LCC) Pemilu Tingkat Provinsi Jawa Barat. Mereka merupakan siswa dari SMAN 1 Singaparna, di Jalan Pahlawan KHZ. Musthafa, Kabupaten Tasikmalaya.

LCC merupakan perlombaan yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat. Kegiatan yang mengambil tema “Pemilih Muda Cerdas, Indonesia Kuat” dilaksanakan pada Selasa, 13 November 2018 di Aula Setia Permanen, kantor KPU Jawa Barat. Peserta terdiri dari perwakilan dari setiap KCD di Jawa Barat, mengahasilkan 12 tim untun jenjang SMA/sederajat.

Pembimbing LCC SMAN 1 Singaparna, Nani N. Suryani mengatakan selama

lima hari ia dan pembimbing lainnya, Dian Nurhaeni, berusaha untuk melatih siswa agar mampu menjadi juara. Siswa diajari secara intensif, tidak hanya mengenai Undang-Undang Dasar 1945 saja, tetapi mereka juga belajar mengenai Undang-Undang Pemilu Kepala Daerah, Pemilu Pemilihan Presiden, serta sejarah pemilu.

“Selama lima hari, dicari-cari sumber pembelajaran ternyata UU tebal-tebal. Sehingga setiap anak dibagi materi, setiap anak diberikan tanggung jawab,” ujar Nani saat ditemui di SMAN 1 Singaparna, Jumat, 23 November 2018.

Nani mengatakan tiga orang peserta dari SMAN 1 Singaprna tersebut, sebelumnya diberikan sosialiasi mengenai materi esensial. Seperti di dalam sejarah pemilu terdapat kurun waktu yang panjang dari tahun 1954 sampai sekarang, maka diberikan metode pembagian untuk menghapal.

Selain itu, Nani mengatakan terdapat perhitungan dalam metode sainte

langue yang menjadi materi baru yang diberikan kepada siswa. Metode tersebut merupakan pehitungan dalam menentukan suara yang menjadi andalan bagi Reval dan kawan-kawan. Mereka berhasil menjawab soal mengenai perhitungan tersebut dalam perlombaan, dibandingkan dengan lawannya.

Nani mengatakan ia memiliki strategi agar para siswa SMAN 1 Singaparna,

lebih tertarik dan memahami NKRI serta UUD 1945 adalah dengan membuat sebuah PKN Club. Ekstrakulikuler ini terlah berjalan selama dua tahun, dengan mengajarkan siswa berdasarkan landasan Pancasila, UUD 1945, serta empat pilar berbangsa dan bernegara.

“Selain itu, anak tertarik karena ingin merubah sikap. Dilihat saat ini kebutuhan menjadi Pegawai Negeri Sipil, melamar pekerjaan, salah satunya syaratnya adalah wawasan kebangsaan,” ujar Nani.***

 

Baca Juga :

ABD Gratis untuk Penderita Tuna rungu

ABD Gratis untuk Penderita Tuna rungu

ABD Gratis untuk Penderita Tuna rungu

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memberikan bantuan kepada

masyarakat berkebutuham khusus tuna rungu berupa Alat Bantu Dengar (ABD) di Jawa Barat. Diwakili langsung oleh Menteri Sosial, Agus Gumiwang dengan mengunjungi dan menyapa langsung para pasien penerima ABD gratis dari pemerintah, Aula Panti Sosial Wyta Guna, Rabu (13/2/2019).

Sebanyak 2000 Alat Bantu Dengar (ABD) disalurkan guna untuk membantu para penderita tuna rungu dalam kesehariannya. Selain itu juga, dikerahkan sebanyak 25 dokter yang siap membantu pasien dalam pemeriksaan telinga dan kesehatan.

Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan-Kepala Leher Rumah Sakit

Hasan Sadikin, Anggraeni mengatakan bahwa setiap ADB yang sudah diberikan harus dipakai karena sebelumnya sudah didiagnosis gangguan dengar yang bersifat sensorineural. “Hal tersebut berhubungan dengan pendengaranyang rusak, nah pendengaran itu tidak bisa pulih secara normal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dokter Spesialis THT-KL mengungkapkan pemasangan ADB ini bertujuan untuk mengeraskan bunyi disekitar pasien. Sehingga, pasien bisa mendengar kemudian mereka dapat berkomunikasi. Hal ini sangatlah penting terutama bagi anak-anak untuk menjalankan aktifitas sehari-harinya seperti bersekolah dan sosialisasi dalam masyarakat.

“Bisa menghasilkan nilai dan mutu pendidikan yang tinggi dan kehidupan

yang lebih baik. Bagi orangtua pun juga demikian ADB ini sangat diperlukan karena mereka yang telah mengalami penurunan dalam indra dengar,” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung dua hari ini, akan dilakukan lebih selektif agar bantuan berupa ADB ini dapat menyebar kepada pasien paling tepat. Sehingga, tidak mubadzir dan diberikan ke sembarang orang.***

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/