Sejarah RAJAPATIH MAKASAR KEBO PARUD

Sejarah RAJAPATIH MAKASAR KEBO PARUD

Sejarah RAJAPATIH MAKASAR KEBO PARUD

Sejarah RAJAPATIH MAKASAR KEBO PARUD

1296 -1300) M Pada tahun 1293 terjadi perubahan kekuasaan di Jawa Timur dimana Kerajaan Singhasari mengalami keruntuhan dan Raja Kertanegara tewas akibat pemberontakan Jayakatwang. Raden Wijaya yang merupakan menantu dari Raja Kertanegara berhasil menumpas pembrontakan tersebut dan mendirikan Kerajaan Majapahit. Karena Kerajaan Singhasari telah mengalami keruntuhan maka Majapahit sebagai pengganti kerajaan Singhasari mengambil alih seluruh daerah kekuasaan kerajaan Singhasari termasuk Pulau Bali. Pada tahun 1296 M Sri Rajasa Jaya Wardana sebagai Raja Majapahit yang pertama, menunjuk Ki Kebo Parud sebagai wakil pemerintahannya di Pulau Bali dengan gelar Raja Patih. Dalam melaksanakan pemerintahannya Ki Kebo Parud mengangkat beberapa senapati dan pejabat tinggi lainnya untuk membantunya dalam


pemerintahanya dan mengganti beberapa pejabat penting pada waktu pemerintahan Raja Adidewa Lancana dengan pejabat baru yang berasal dari Jawa Timur. Pejabat penting yang diganti diantaranya : Senapati Weresanten : Mpu Abdaraja · Senapati Balembunut Dyaksa : Mpu Tohujar diganti · Senapati Danda : Mpu Arusningrat · Senapati Dinganga : Mpu Suradikara · Senapati Kuturan: Mpu Angambara · Para pendeta Siwa diantaranya Dang Acarya Harimurti, Pendeta di Sthanaraja, Dang Acarya Haridewa, Pendeta di Amurnaraja, Dang Acarya Madyagra, pendeta di Katubrih, Dang Acarya Satyangsa, Pendeta di Makarum dan Dang Acarya Karnikangsa sebagai samegat juru – wadwa · Para Pendeta Budha diantaranya Dang Upadyaya Atmaja, pendeta di Nalanda dan Dang Upadyana Budhadnyana, pendeta Kutihanyar dan Tiramangsa sebagai Samegar Mangirengiren · Samegat Juru Tulis kehakiman diantaranya Tarayaruhun, Niraweruh dan Namapinda · Samegat Manyumbul : Nayalor Samegat Pituhanya : Werdeng Pramohab Samegat Caksukaranapuranya : Digaja Samegat Karanapuranya : Sidhamukti Sebagai gantinya Ki Kebo Parud kemudian menunjuk beberapa pejabat


penting diantaranya : · Senapati Danda : Ki Gagak Semeningrat alias Ki Gagak Suluhingrat · Senapati Sarbhwa : Ki Dangdang sangka Senapati Balembunut : Ku Kuda Makara Ken Demung : Ki Gajah Pamugeran · Ken Rangga : Ki Dangdang Bangbungalan Selain itu beliau juga mengakat beberapa Wadwa-haji yang ditempatkan di beberapa tempat di Bali diantaranya : Wadwa-haji di Panji :Ki Sangkarinsing dan Ki Ranggahwalik Wadwa-haji di Sarwa-patih Ki Jadang-mider, Ki Bimapaksa dan Ki Gajah Sereng Wadwa-haji di Kurtija : Ki Banyak Endah dan Ki Panggah-parya · Wadwa-haji di Jingrana : Ki Kidang-semu · Wadwa-haji di Guleng dan Perang : Ki Binajaga Beberapa kementrian atau kesenapatian yang belum ada pejabatnya dibentuk diantaranya Senapati Dinganga, Senapati Manyiringin dan Senapati Beladyaksa. Perutusan Pendeta Siwa dan Budha pun dibentuk disesuaikan dengan peraturan yang terdahulu, namun pejabatnya belum diresmikan diantaranya pendeta Siwa di Dharmahanyar, di Astanaraja, di Dewastana dan di Binor sedangkan perutusan pendeta Budhanya di Burwan, di Puwanegara, di Kutrihanyar dan di Ajinegara, juga dilantik Tri-samegat atau tiga pejabat yang sangat berkuasa di Istana. Demikianlah pergantian pejabat tinggi kerajaan yang dilakukan oleh Ki Kebo Parud sebagai wakil pemerintahan


Kerajaan Majapahit di Pulau Bali. Pemerintahan Raja Patih Kebo Parud di Bali hanya bersifat sementara saja. Beberapa tahun kemudian, oleh karena keadaan Bali sudah aman maka pada tahun 1324 Masehi, atas perintah Jayanegara sebagai Raja Majapahit yang kedua, pemerintahan Bali dikembalikan lagi kepada keturunan Wangsa Warma karena mengingat bahwa Pulau Bali sejak dari dulu diperintah oleh raja raja keturunan wangsa Warman. Kedudukan Kbo Parud sebagai rajapatih boleh jadi berlangsug sampai setelah Raja Kertanagara dari Kerajaan Singasari dikalahkan oleh Raja Jayakatwang dari Kadiri, bahkan mungkin sampai pada masa-masa awal kerajaan Majapahit. Kedudukannya itu tampaknya baru berakhir setelah Bhatara Guru II (Bhatara Sri Mahaguru) dinobatkan sebagai raja di Bali pada tahun 1256 Saka (1324), atau beberapa tahun sebelum penobatan itu. Hal ini sekaligus menyatakan bahwa Bali selama itu berada di bawah pengawasan kerajaan yang tengah berkuasa di Jawa Timur. Pada jaman ini para Arya dan Bujangga serta para Mpu keturunan Sapta Resi tangan dari Jawa Timur ke Bali. Keberadaan Kebo Parud sebagai penguasa di bali dibuktikan dengan sebuah prasasti yang dikeluarkan olek Kebo Parud yang berangka tahun caka 1218 Caka yang berisi persoalan tentang desa kedisan “ Mewang Ida Raja Patih meka kasir Kebo Parud “ Berdasarkan nama nama patih dan berdasarkan isi prasasti tersebut, ternyata patih itu adalah pegawai Negara yag berasal dari Jawa Timur, nama semacam itu sering dijumpai dalam kerajaan Singhasari. Ada kemungkinan bahwa patih yang dimaksud


bertugas sebagai gubernur atau semacamnya yang mewakili pemerintahan Singhasari di Bali. Selanjutnya terdapat prasasti lainnya yang menyebutkan nama “Ida Ken Kanuruhan” dan yang istimewa pula prasasti tersebut tidak memakai sapatha sebagaimana yang sering dijumpai dalam prasasti prasasti di Bali pada umumnya. Kebo Parud juga mengeluarkan prasasti yang berangka tahun Caka 1222 yang menguraikan tentang desa Sukawana yang terletak diperbatasan Min Balingkang. Dalam prasasri tersebut terdapat kata-kata “Mpukwing Dharma Anjar, Mpukwing istana radja, Mpukwing dewa istana” Gelar para menteri diubah menjadi Jro atau diduga Arya sebagai contoh Ida Raja Sang Arya = Ida Sang Arya Aji Kara. Agama yang yang dianut oleh Kebo Parud adalah Wajrayana yaitu suatu aliran Tantrisme dari agama Budha. Di Singhasari pada saat tersebut sedang berkembang dan malahan menjadi pusat aliran Wajrayana. Aliran ini sangat condong kle dalam ilmu sihir atau ilmu gaib yang sebagai pemimpinnya adalah rajanya sendiri yaitu Raja Kertanegara. Demikianlah di peseteran Singhasari ditemukan arca Kertanegara sebagai seorang biksu yang gundul, disamping itu juga terdapat arca Bhairawa, dimana Raja Kertanegra sering melakukan upacara upacara yang berakitan dengan aliran yang dianutnya. Pada jaman pemerintahan


Kebo Parud di Bali terdapat arca Bhairawa didaerah Pejeng yang bentuknya mirip dengan arca Bhairawa yang terdapat di Singhasari. Demikianlah ada kemungkinan besar bahwa latihan latihan Wajrayana juga dilakukan oleh wakil pemerintahan Singhasari di Pulau Bali. Para pendeta Budha kemudian mendirikan sebuah biara (asrama) di Bedaulu didekat biara Ratna Kunjarapada yang diketahui sebagai sebuah asrama bagi para pendeta Ciwa. Hal tersebut sesuai yang terdapat dalam buku Nagarakertagama yang ditulis oleh Empu Prapanca. “ Sang Budhadhyaksa muwing Bedaulu Bedaha luwing Gajah ran pramada wruh “ Artinya ada pendeta Budha besar yang berdiam di Bedaulu, di luwing Gajah yang tidak pernah pramada (angkara). Mungkin yang dimaksud dengan luwing Gajah adalah tempat disekitar air Gajah yang seperti diketahui daerah air Gajah adalah daerah disekitar sungai Patanu tempat didirikannya asrama asrama tersebut. Dalam hal ini Goa Gajah termasuk dalam lingkungan Dharma Anta Kunjarapada. Para pendeta Ciwa tentu merasa tidak senang melihat perkembangan aliran Wajrayana di bali sehingga timbullah persaingan diantara mereka. Rakyat Bali pada umumnya memihak kepada pendeta Ciwa yang berarti mereka tetap memja Maharesi Agatya

Sumber :

ANATOMI FISIOLOGI KULIT

ANATOMI FISIOLOGI KULIT

ANATOMI FISIOLOGI KULIT

ANATOMI kulit

Kulit adalah lapisan tipis yang membungkus seluruh permukaan tubuh. Kulit merupakan benteng pertahanan tubuh kita yang utama karena berada di lapisan anggota tubuh yang paling luar dan berhubungan langsung dengan lingkungan sekitar.

KULIT TERBAGI MENJADI 3 LAPISAN:

1. EPIDERMIS
Terbagi atas 4 lapisan:
a. Lapisan basal / stratum germinativum
· terdiri dari sel – sel kuboid yang tegak lurus terhadap dermis.
· Tersusun sebagai tiang pagar atau palisade.
· Lapisan terbawah dari epidermis.
· Terdapat melanosit yaitu sel dendritik yang yang membentuk melanin( melindungi kulit dari sinar matahari.

b. lap. Malpighi/ stratum spinosum.
· Lapisan epidermis yang paling tebal.
· Terdiri dari sel polygonal
· Sel – sel mempunyai protoplasma yang menonjol yang terlihat seperti duri.

c. lap. Granular / s. granulosum.
· Terdiri dari butir – butir granul keratohialinyang basofilik.

d. lapsan tanduk / korneum.
· Terdiri dari 20 – 25 lapis sel tanduk tanpa inti.

Setiap kulit yang mati banyak mengandung keratin yaitu protein fibrous insoluble yang membentuk barier terluar kulit yang berfungsi:
Mengusir mikroorganisme patogen.
Mencegah kehilangan cairan yang berlebihan dari tubuh.
Unsure utama yang mengerskan rambut dan kuku.
Setiap kulit yang mati akan terganti tiap 3 -4 minggu. Dalam epidermis terdapat 2 sel :
1. Sel merkel
Fungsinya belum dipahami dengan jelas tapi diyakini berperan dalam pembentukan kalus dan klavus pada tangan dan kaki.

2. Sel Langerhans
Berperan dalam respon – respon antigen kutaneus. Epidermis akan bertambah tebal jika bagian tersebut sering digunakan. Persambungan antara epidermis dan dermis disebut rete ridge yang berfungsi sebagai tempat pertukaran nutrisi yang essensial. Dan terdapat kerutan yang akan disebut fingers prints.

2. DERMIS ( korium)

· merupakan lapisan dibawah epidermis.
· Terdiri dari jaringan ikat yang terdiri dari 2 lapisan:pars papilaris.( terdiri dari sel fibroblast yang memproduksi kolagen DAN Retikularis YG Terdapat banyak p. darah , limfe, dan akar rambut, kelenjar kerngat dan k. sebaseus.

3. JARINGAN SUBKUTAN ATAU HIPODERMIS / SUBCUTIS.

· Lapisan terdalam yang banyak mengandung sel liposit yang menghasilkan banyak lemak.
· Merupakn jaringan adipose sebagai bantalan antara kulit dan setruktur internal seperti otot dan tulang.
· Sebagai mobilitas kulit, perubahan kontur tubuh dan penyekatan panas.
· Sebagai bantalan terhadap trauma.
· Tempat penumpukan energi.

4. RAMBUT

Terdapat diseluruh kulit kecuali telapak tangan dan bagian dorsal dari falang distal jari tangan, kaki, penis, labia minora dan bibir.
Terdapat 2 jenis rambut :
a. Rambut terminal (dapat panjang dan pendek)
b. Rambut velus (pendek, halus dan lembut)

Fungsi rambut

1. melindungi kulit dari pengaruh buruk:Alis mata melindungi mata dari keringat agar tidak mengalir ke mata, bulu hidung (vibrissae)
2. menyarig udara.
3. serta berfungsi sebagai pengatur suhu,
4. pendorong penguapan kerngat dan
5. indera peraba yang sensitive.
Rambut terdiri dari akar ( sel tanpa keratin) dan batang ( terdiri sel keratin )
Bagian dermis yang masuk dalam kandung rambut disebut papil.
Terdapat 2 fase :
1. Fase Pertumbuhan (Anagen)
Kecepatan pertumbuhan bervariasi ambut janggut tercepat diikuti kulit kepela. Cara Mengatasi Konflik : Strategi, Pengendalian, dan Penyelesaian
Berlangsung sampai dengan usia 6 tahun. 90 % dari 100.000 folikel rambut kulit kepala normal mengalami fase pertumbuhan pada satu saat.

2. Fase Istirahat (Telogen)
Berlangsung +4 bulan, rambut mengalami kerontokan 50-100 lembar rambut rontok dalam tiap harinya. Gerak merinding jika terjadi trauma, stress, disebut Piloereksi. Waran rambut ditentukan oleh jumlah melanin. Pertumbuhan rambut pada daerah tertentu dikontrol oleh hormon seks (rambut wajah, janggut, kumis, dada, punggung, di kontrol oleh H. Androgen. Kuantitas dan kualitas distribusi rambut ditetukan oleh kondisi Endrokin. Hisure (pertumbuhan rambut yang berlebihan pada S. Cushing (wanita).

5. KUKU
Permukaan dorsal ujung dital jari tangan dan kaki terdapat lempeng keatin yang keas dan transparan tumbuh dari akar yang disebut kutikula. Berfungsi mengangkat benda – benda kecil.
Pertumbuhan rata – rata 0,1 mm / hari. Pembaruan total kuk tangan : 170 hari dan kuku kaki : 12-18 bulan.

Sumber Materi : https://guruips.co.id/

Struktur Sel Bakteri dan Fungsinya

Struktur Sel Bakteri dan Fungsinya

Struktur Sel Bakteri dan Fungsinya

1. Kapsul atau Lapisan Lendir

Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan yang terluar dari bakteri yang menyelimuti dinding sel. Lapisan ini memiliki ketebalan yang bervariasi disetiap jenis-jenis bakteri. Lapisan tebal tersebutlah yang disebut dengan kapsul, dan ada juga lapisan tipis yang disebut lapisan lendir. Umumnya bakteri hidupnya parasit dan bersifat patogen (penyebab penyakit) memiliki kapsul sedangkan pada bakteri saproba (mendapatkan makanan dari sisa organisme) biasanya hanya memiliki lapisan lendir. sehingga mengapa makanan yang terkena bakteri biasanya terlihat berlendir. Kapsul atau lapisan lendir ini berupa senyawa yang kental dan lengket yang disekresikan oleh bakteri. Kapsul sendiri tersusun dari glikoprotein (senyawa campuran antara glikogen dan protein). Sedangkan pada lapisan lendir tersusun dari air dan juga polisakarikarida.

Fungsi Kapsul atau Lapisan Lendir

Sebagai pelindung,
Menjaga sel agar tidak kekeringan,
Membantu pelekatan dengan sel bakteri lain atau pada substrak,
Pada bakteri patogen, kapsul melindungi bakteri dari pengaruhi sistem kekebalan (antibodi) yang dihasilkan oleh sel tubuh inang.

2. Dinding Sel

Dinding sel bakteri tersusun dari senyawa pepetidoglikan. Peptidoglikan adalah suatu polimer yang terdiri dari polipeptida pendek.Peptidoglikan memiliki ketebalan lapisan yang bervariasi dari ketebalan lapisan ini berpengaruh terhadap respons pewarnaan, yang digunakan dalam penggolongan bakteri, yaitu bakteri Gram posisitf dan bakteri Gram negatif. Dinding sel dari pada Eubacteria mengandung peptidoglikan, sedangkan pada dinding sel Archaebacteria adalah tidak mengandung peptidoglikan.
Fungsi Dinding Sel
Mempertahankan bentuk dari sel
Memberikan sebuah perlindungan fisik,
Menjaga sel agar tidak pecah dalam lingkungan yang memiliki tekanan osmotik yang lebih rendah (hipotonis)
Sel bakteri dapat mengalami plasmolisis jika berada pada lingkungan yang tekanan osmotik lebih tinggi (hipertonis).
Bakteri akan mati jika berada pada larutan yang pekat misalnya mengandung banyak garam atau banyak gula.

3. Membran Plasma

Membran plasma tersusun dari senyawa fosfolipid dan protein yang bersifat selektif permeabel (dapat dilewati oleh zat-zat tertentu).
Fungsi Membran Plasma
Membungkus sitoplasma
Mengatur pertukaran zat yang berada di dalam sel dengan zat yang ada diluar sel.

4. Mesosom
Mesosom adalah organel sel yang memiliki penonjolan pada membran plasma ke arah dalam sitoplasma.
Fungsi Mesosom
Menghasilkan energi
Membentuk dinding sel baru saat terjadi pembelahan sel
Menerima DNA pada saat konjugasi

5. Sitoplasma
Sitoplasma bakteri adalah cairan koloid yang mengandung molekul organik seperti lemak, protein, karbohidrat, dan garam-garam mineral, enzim, DNA, Klorosom (pada bakteri fotosintetik), dan ribosom
Fungsi Sitoplasma
Sebagai tempat terjadinya reaksi-reaksi metabolisme sel

6. Ribosom
Ribosom adalah organel-organel kecil yang tersebar dalam sitoplasma dan berfungsi dalam sintesis protein. Ribosom tersusun dari senyawa protein dan RNA (ribonukleic acid). Jumlah ribosom di dalam suatu sel bakteri mencapai ribuan, contohnya saja Escherichia coli yang mempunyai 15.000 ribosom.
Fungsi Ribosom
Sebagai sintesis protein

7. DNA
Bakteri mempunyai dua macam DNA (deoxyribonucleic acid), yaitu DNA kromosom dan DNA nonkromosom (plasmid). DNA kromosom adalah materi genetik yang menentukan sebagian besar dari sifat-sifat metabolisme bakteri, sedangkan pada DNA nonkromosom (plasmid) yang hanya menentukan sifat-sifat tertentu, seperti sifat patogen, sifat fertilitas (kemampuan dalam bereproduksi secara seksual), dan sifat kekebalan terhadap antibiotik tertentu. DNA kromosom pada organisme eukariotik akan berbentuk rantai ganda linier, sedangkan pada DNA kromosom prokariotik (bakteri) yang berupa rantai ganda melingkar yang terkumpul dalam suatu serat kusut yang disebut dengan region nukleoid. Jumlah DNA bakteri jauh lebih sedikit dibandingkan dengan DNA sel eukariotik sekitar 1:1.000 dari DNA sel eukariotik. DNA kromosom dapat di bereplikasi pada saat menjelang pembelahan sel, Ciri Protozoa : Pengertian, Bentuk, Habitat dan Cara Reproduksi

DNA nonkromosom (plasmid) memliki bentuk melingkar (sirkuler)

dengan ukuran yang memiliki jauh lebih kecil dibandingkan DNA kromosom. Umunnya, bakteri tetap dapat hidup walaupun plasmidnya dikeluarkan dari sel. Hal ini dimanfaatkan dalam teknologi rekaya genetika. Plasmid digunakan sebagai vektor atau pembawa suatu gen tertentu yang ingin didisipkan. Plasmid dapat bereplikasi tanpa kontrol dari DNA kromosom, serta memiliki kemudahan dalam ditransfer ke sel bakteri lainnya pada saat terjadi konjugasi.
Fungsi DNA
Materi genetik yang sebagian besar menentukan sifat-sifat metabolisme bakteri (DNA Kromosom)
Menentukan sifat patogen, sifat fertilitas (kemampuan bereproduksi secara seksual), dan sifat ketebalan terhadap suatu antibiotik (DNA nonkromosom)

8. Granula dan Vakuola Gas

Umumnya bakteri memiliki granula-granula yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan atau senyawa-senyawa lain yang dihasilkannya, misalnya Thiospirillum yang menghasilkan butir-butir belerang. Pada vakuola gas yang anya terdapat pada bakteri-bakteri fotosintetik yang hidup dengan menampung air. Vakuola gas tersbut memungkinkan bakteri mengapung di permukaan air, sehingga dapat sinar matahari yang digunakan untuk fotosintesis.

9. Klorosom

Klorosom adalah suatu struktur lipatan yang ada dibawah membran plasma yang berisi klorofil dan pigmen fotosintetik lainnya. Fungi Klorosom adalah untuk menfotosintesis yang hanya terdapat pada bakteri fotosintetik. misalnya Chlorobium

10. Flagela

Flagela adalah bulu cambuk yang tersusun dari senyawa protein yang terdapat pada dinding sel, dan berfungsi sebagai alat gerak. Flagela bakteri tidak terbungkus oleh perluasan membran plasma yang berbentuk batang (basil), koma (vibrio), dan juga spiral. Ada sekitar separuh dari seluruh bakteri yang dapat bergerak secara terarah yang menuju atau menjauhi ransang. Gerak tersebut disebut gerak taksis. Contohnya bakteri dari familia Chlorobacteriaceae yang akan melakukan gerak fototaksis positif atau menuju ke arah cahaya matahari untuk berfotosintesis. Bakteri memiliki jumlah flagela yang memiliki letak berbeda-beda. Berikut pengelompokan bakteri berdasarkan dari jumlah dan letak flagelanya.

Sumber Materi : https://www.murid.co.id/materi-bakteri/

Contoh Surat Kuasa Dan Fungsinya

Contoh Surat Kuasa Dan Fungsinya

Contoh Surat Kuasa Dan Fungsinya

Fungsi Surat Kuasa

Ada beberapa macam fungsi yang di kategorikan sebagai surat kuasa di antaranya adalah:

  1. Surat kuasa yang berfungsi untuk pengambilan dokumen kependudukan.
  2. Surat kuasa yang berfungsi untuk pengambilan gaji/pembayaran.
  3. Surat kuasa yang berfungsi untuk mencairkan uang.
  4. Surat kuasa yang berfungsi untuk penjualan.
  5. Surat kuasa yang berfungsi untuk pengambilan keputusan usaha.
  6. Surat kuasa yang berfungsi untuk pengambilan keputusan politik.

Contoh:

SURAT PERNYATAAN AHLI WARIS

 

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

  1. Nama :

Umur                          :

Alamat                        :

 

  1. Nama :

Umur                          :

Alamat                        :

Dengan ini menyatakan bahwa kami adalah ahli waris dari Almarhum/Almarhumah yang meninggal dunia pada tanggal _____, di Desa _____, Kecamatan _____, Kabupaten _____.

Adapun hubungan kami sebagai       :

  1. Istri/Suami dengan surat Nikah No. _____.
  2. Anak Kandung

Demikian surat pemyataan ini kami buat dengan benar.

Yang membuat pernyataan,

  1. _____________
  2. _____________

 

Sumber : Contoh Surat Kuasa

Beberapa Teori tentang Mobilitas Penduduk

Beberapa Teori tentang Mobilitas Penduduk

Beberapa Teori tentang Mobilitas Penduduk

Mobilitas penduduk horizontal atau geografis

meliputi semua gerakan (movement) penduduk yang melintasi batas wilayah tertentu dalam periode waktu tertentu pula (Mantra, 1984). Batas wilayah umumnya dipergunakan batas administrasi misalnya : propinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan atau pedukuhan. Bentuk-bentuk mobilitas penduduk dapat pula dibagi menjadi dua, yaitu mobilitas permanen atau migrasi, dan mobilitas non-permanen (mobilitas sirkuler). Migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain dengan maksud untuk menetap di daerah tujuan.

Sedangkan mobilitas sirkuler ialah

gerakan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tidak ada niat untuk menetap di daerah tujuan. Secara operasional, migrasi dapat diukur berdasarkan konsep ruang dan waktu. Seseorang dapat disebut sebagai seorang migran, apabila orang tersebut melintasi batas wilayah administrasi dan lamanya bertempat tinggal di daerah tujuan minimal enam bulan (Mantra, 1984).

Ada beberapa teori yang menerangkan mengapa

seseorang mengambil keputusan melakukan mobilitas. Pertama, seseorang mengalami tekanan (stres), baik ekonomi, sosial, maupun psikologi di tempat ia berada. Tiap-tiap individu mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda, sehingga suatu wilayah oleh seseorang dinyatakan sebagai wilayah yang dapat memenuhi kebutuhannya, sedangkan orang lain tidak. Kedua, terjadi perbedaan nilai kefaedahan wilayah antara tempat yang satu dengan tempat lainnya.

Apabila tempat yang satu dengan lainnya tidak ada perbedaan nilai kefaedahan wilayah, tidak akan terjadi mobilitas penduduk.
Perilaku mobilitas penduduk menurut Ravenstein atau disebut dengan hukum-hukum migrasi penduduk adalah sebagai berikut (Mantra, 2003).
a. Para migran cenderung memilih tempat terdekat sebagai daerah tujuan.
b. Faktor paling dominan yang mempengaruhi seseorang untuk bermigrasi adalah sulitnya memperoleh pekerjaan dan pendapatan di daerah asal dan kemungkinan untuk memperoleh pekerjaan dan pendapatan yang lebih baik di daerah tujuan. Daerah tujuan harus memiliki kefaedahan wilayah (place utility) lebih tinggi dibandingkan dengan daerah asal.
c. Berita-berita dari sanak saudara atau teman yang telah berpindah ke daerah lain merupakan informasi yang sangat penting bagi orang-orang yang ingin bermigrasi.
d. Informasi negative dari daerah tujuan mengurangi niat penduduk (migrasi potensial) untuk bermigrasi.
e. Semakin tinggi pengaruh kekotaan terhadap seseorang, semakin besar mobilitasnya.
f. Semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin tinggi frekuensi mobilitanya.

Para migran cenderung memilih daerah

tempat teman atau sanak saudara bertempat tinggal di daerah tujuan. Jadi, arah dan arus mobilitas penduduk menuju ke arah asal datangnya informasi.

Pola migrasi bagi seseorang maupun

sekelompok penduduk sulit diperkirakan. Hal ini karena banyak dipengaruhi oleh kejadian yang mendadak seperti bencana alam, peperangan, atau epidemi.

Penduduk yang masih muda dan belum kawin lebih banyak melakukan mobilitas dari pada mereka yang berstatus kawin.

Baca Juga :

Pengertian Sumberdaya Alam, Penggolongan, Persebaran, Pengelolaan

Pengertian Sumberdaya Alam, Penggolongan, Persebaran, Pengelolaan

Pengertian Sumberdaya Alam, Penggolongan, Persebaran, Pengelolaan

Pengertian Sumberdaya Alam

Sumber daya alam adalah semua kekayaan berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia (Abdullah, 2007). Pengertian sumberdaya alam juga ditentukan oleh nilai kemanfaatannya bagi manusia. Sehingga dapat di gunakan untuk kebutuhan hidup manusia. Seperti SDA air, dalam kehidupan yang nyata air sangat memiliki peranan penting selain untuk minum, air juga di pergunakan untuk memasak, mandi, mencucidan lain-lain. Oleh karenanya dalam penggunaan dan pemanfaatan Sumberdaya Alam kita harus memperhatikan cara untuk melestarikannya.

Penggolongan Sumber daya Alam

Ada beberapa macam sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan dengan berbagai cara. Sumber daya alam tersebut dapat diklasifikasikan menurut beberapa hal (Wardiyatmoko, 2004). mBerdasarkan bagian atau bentuk yang dimanfaatkan dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Sumberdaya alam materi yaitu bila yang dimanfaatkan adalah materi sumber daya alam tersebut. Contoh: batu kapur dan tanah liat di olah menjadi semen sebagai bahan bangunan.
2. Sumberdaya alam hayati ialah sumber daya alam yang berbentuk makhluk hidup yaitu hewan dan tumbuh-tumbuhan disebut sumber daya alam nabati dan hewan disebut sumber daya alam hewani.
3. Sumberdaya alam energi bila barang yang dimanfaatkan manusia adalah energi yang terkandung dalam sumber daya alam tersebut, untuk menggerakkan kendaraan atau mesin.
4. Sumberdaya alam ruang adalah ruang atau tempat yang diperlukan manusia dalam hidupnya. Contoh: tempat tinggal, tempat bermain, ruang untuk mata pencaharian (pertanian, perikanan).
5. Sumberdaya alam waktu, sulit dibayangkan karena adanya waktu terikat dengan pemanfaatan sumber daya alam lainnya. Contoh: musim kemarau sulit mendapatkan air, akibatnya mengganggu tanaman pertanian.

Menurut Abdullah (2007) sumberdaya alam berdasarkan pembentukannya dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Baca Juga : Cara Mengatasi Konflik : Strategi, Pengendalian, dan Penyelesaian

1. Sumberdaya alam yang dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang jika dimanfaatkan tidak akan habis karena alam mampu mengadakan pembentukan baru dalam waktu relatif cepat, secara reproduksi atau siklus.
a. Reproduksi, terjadi pada sumber daya alam hayati karena hewan dan tumbuhan dapat berkembang biak sehingga jumlahnya selalu bertambah.
b. Siklus, terjadi pada air, udara, tanah dan energi matahari dapat diperbarui dengan proses yang melingkar membentuk siklus.
2. Sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui adalah sumber daya alam yang jika dimanfaatkan terus menerus akan habis, karena tidak dapat diperbaruhi.

Berdasarkan daya pakai dan nilai konsumtifnya, dibedakan menjadi dua:
a. Sumberdaya alam yang tidak cepat habis, karena nilai konsumtif terhadap barang itu relatif kecil. Contoh: intan, emas, batu permata.
b. Sumberdaya alam yang cepat habis, karena nilai konsumtif akan barang ini relatif tinggi. Contoh: gas alam, batu bara, dan minyak bumi.

Baca Juga : Faktor Penyebab Konflik Sosial: Pengertian, Jenis, dan Dampak

Persebaran Sumber daya Alam

Persebaran sumber daya alam di Indonesia di golongkan menjadi 2 yaitu persebaran sumber daya alam hayati dan persebaran sumber daya alam barang tambang:
1. Sumberdaya alam hayati
Sumberdaya alam hayati terdiri dari sumber daya alam hewani dan nabati.
a. Sumberdaya alam nabati; Indonesia adalah Negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Dianugerahi tanah yang subur sehingga tumbuhan dapat tumbuh dengan sempurna di wilayah Indonesia. Wilayah Flora di Indonesia meliputi hutan tropis, hutan musim, stepa dan sabana.
b. Sumberdaya alam hewani, pada umumnya wilayah persebaran fauna di Indonesia dibagi 3 wilayah yaitu wilayah Indonesia bagian Barat, Indonesia bagian Tengah, Indonesia bagian Timur. Ketiganya di batasi oleh Wallace dan garis Weber. Bagian Barat lebih cenderung mengikuti ragam hewan Asia, sednagkan bagian Timur mengikuti ragam hewan Australia. Ciri-ciri kasus hewan Indonesia terdapat pada wilayah bagian Tengah.

Baca Juga : Cara Mengatasi Konflik : Strategi, Pengendalian, dan Penyelesaian

Persebaran hasil tambang

a. Minyak bumi
Minyak bumi berasal dari mikroplankton yang terdapat di danau-danau, teluk-teluk, rawa-rawa, dan laut dangkal setelah mati mikroplakton berjatuhan dan mengendap di dasar laut kemudian bercampur dengan sedimen. Akibat tekanan lapisan-lapisan atas dan pengaruh panas magma dan terjadilah proses destilasi hingga menjadi minyak bumi kasar.Daerah-daerah penghasil minyak bumi di Indonesia adalah sebagai berikut:
o Pulau jawa: Cepu, Cirebon, dan Wonokerto.
o Pulau Sumatra: Palembang dan Jambi.
o Pulau Kalimantan: Pulau Tarakan, pulau Bunyu, dan Kutai.
o Pulau Irian Jaya: Sorong.
b. Gas alam
Gas alam merupakan campuran beberpa hidrokarbon dengan kadar karbon kecil yang digunakan sebagai bahan baker. Ada dua macam gas alam cair yang diperdagangkan yaitu LNG (Liquified Natural Gas) dan LPG (Liquified Petroleum Gas).

Baca Juga : Bentuk Konflik Sosial dan Pengertiannya Secara Lengkap

c. Batu bara
Batu bara terbentuk dari tumbuhan yang tertimbun hingga berada dalam lapisan batu-batuan sediman yang lain. Proses pembentukan batu bara disebut inkolent yang terbagi menjadi dua yaitu proses biokimia dan proses metamorfosis. Daerah tambang batu bara di Indonesia adalah sebagai berikut:
o Ombilin: dekat Sawahlunto (Sumatra Barat)
o Bukit asam: dekat Tanjung Enin (Palembang)
o Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan (pulau laut/sebuku)
o Jambi, Riau, Aceh, dan Papua.
d. Sumber daya logam atau bahan galian digolongkan ke dalam 4 macam (Abdullah, 2007) yaitu:
o Timah, daerah penghasil timah di Indonesia adalah pulau Bangka dan Belitung.
o Tembaga terdapat di Tirtomogo, Wonogiri.
o Bauskit terdapat di Pulau Bintan dan Pulau Kayan (Riau)
o Nikel, daerah penghasil Nikel adalah Pomala (Sulawesi Tenggara)
e. Sumber daya alam non logam atau bahan galian bijih digolongkan ke dalam 7 macam (Abdullah, 2007) yaitu:
o Gamping, daerah penghasil gamping adalah Pegunungan Seribu
o Batu pualam, daerah penghasil batu pualam adalah Trenggalek, Jawa Timur.
o Belerang, daerah penghasil belerang adalah Garut (pegunungan telaga Bodas)
o Fosfat, daerah penghasil fosfat adalah Cirebon.
o Pasir Kuarsa, daerah penghasil pasir kuarsa adalah Banda Aceh
o Mangan, daerah penghasil mangan adalah Kliripan (Yogyakarta).
o Kaolin, daerah penghasil kaolin adalah disekitar Pegunungan Sumatra.
f. Hasil tambang lain yang ada di Indonesia ada 3 jenis (Abdullah, 2007) yaitu:
o Asbes, daerah penghasil asbes adalah Halmahera, Maluku, diolah di Gresik.
o Grafit daerah penghasil grafit adalah Payakumbuh dan sekitar Danau Singkarak.
o Platina (masputih) daerah penghasil platina (mas putih) di pegunungan Verbeek Kalimantan.

Pengelolaan Sumberdaya Alam Berdasarkan Prinsip Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan

Sumber daya alam perlu dilestarikan untuk mendukung kelangsungan hidup makhluk hidup, usaha-usaha untuk menjaga sumber daya alam sebagi berikut:
1. Penghijauan dan Reboisasi
Usaha penghijauan dan reboisasi hutan dapat mencegah rusaknya lingkungan yang berhubungan dengan air, tanah dan udara. Keuntungan pelaksanaan penghijauan antara lain sebagai berikut:
a. Tumbuh-tumbuhan dapat menyaring dan mengatur air, mencegah banjir, dan menimbulkan mata air.
b. Tumbuh-tumbuhan dapat menyuburkan tanah karena daun yang gugur dan membusuk akan membentuk humus dan akar tanaman dapat mencegah erosi serta tanah longsor.
c. Tumbuh-tumbuhan menimbulkan usara segar karena tumbuhan menghirup CO2 dan melepaskan O2 untuk keperluan manusia dalam bernafas.

Sengkedan atau terasering

Sengkedan dibuat untuk mencegah erosi dan berfungsi untuk menjaga kesuburan tanah daerah miring dan berbukit-bukit.
3. Pembangunan daerah aliran sungai (DAS)
Daerah aliran sungai merupakan daerah yang sering terjadi pengikisan lapisan tanah oleh arus sungai. Usaha pengendalian daerah aliran air sungai antara lain:
a. Mengadakan reboisasi
b. Membuat bendungan dan saluran irigasi yang teratur.
c. Tindakan tegas terhadap perusak lingkungan yang diatur dalam UU No. 4 tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
4. Pengelolaan air limbah
Air limbah berasal dari rumah tangga, industri dan pabrik air limbah yang dibuang ke tanah dapat merembes, masuk ke tanah dan bercampur dengan air tanah. Akibatnya, dapat membahayakan manusia. Beberapa gangguan yang ditimbulkan antara lain:
a. Kesehatan, bibit penyakit yang bisa ditularkan melalui air limbah contoh: kolera, disentri, dan tipus.
b. Keindahan, limbah menyebabkan bau tidak sedap dan juga mengganggu keindahan lingkungan sekitarnya.
c. Karat atau aus, air limbah yang mengandung gas CO2 mempercepat karat atau aus benda-benda yang terbuat dari besi.
d. Kehidupan biotik, air limbah mengganggu perkembangan kehidupan karena beracun sehingga dapat mematikan makhluk hidup.

Usaha-usaha untuk mengatasi air limbah adalah sebagai berikut:

a. Lokasi industri harus jauh dari permukiman penduduk,
b. Diwajibkan memasang peralatan pengendali air (water treatment) untuk pabrik yang menimbulkan air limbah.
c. Lokasi industri harus dijauhkan dari peredaran yang berhubungan dengan sumber air minum penduduk.
d. Mencegah saluran air limbah jangan sampai bocor,
e. Menemukan sumber bahan racun dan melakukan netralisasi secara kimia.
f. Unsur yang tidak dapat dinetralisasi harus dibuang dengan jalan ditanam atau dipendam dalam tanah yang jauh dari air.

Penertiban pembuangan sampah

Sampah dapat menimbulkan permasalahan seperti sarang penyakit, menimbulkan bau busuk, dan mengganggu pandnagan mata. Oleh karena itu, sampah harus dibuang ditempat yang ditentukan dan jangan sampai mengganggu lingkungan kehidupan. Usaha-usaha untuk pemusnahan sampah antara lain:
a. Dibakar
b. Untuk makanan ternak (sisa makanan, sayuran dan buah-buahan)
c. Untuk biologis
d. Untuk bahan pupuk.

Pemanfaatan Sumber Daya Alam Berdasarkan Prinsip Ekoefisiensi

Sumberdaya alam merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Sebagai modal dasar, sumber daya alam harus dimanfaatkan sepenuhnya dengan cara yang tidak merusak.
Oleh karena itu, pemanfaatan Sumberdaya Alam harus dilakukan secara ekoefisiensi, artinya tidak merusak ekosistem, pengambilan secara efisiensi dan emmikirkan kelangsungan dan kelanjutan Sumberdaya Alam tersebut. Pembangunan berkelanjutan bertujuan untuk mewujudkan kelestarian Sumberdaya Alam sehingga mendukung kesejahteraan manusia.
Dikarenakan Indonesia masih merupakan Negara berkembang, Indonesia masih mengalami berbagai macam hambatan-hambatan dalam proses pengelolaan dan pemanfaatan Sumberdaya Alam Indonesia yang masih kurang. Berikut ini hambatan-hambatan umum yang dihadapi Indonesia dalam pengelolaan dan pemanfaatan Sumberdaya Alam yaitu:
1. Kurangnya tenaga ahli dalam bidang Sumberdaya Alam.
2. Mahalnya sarana prasarana untuk pengelolaan Sumberdaya Alam.
3. Kerjasama dengan perusahaan asing yang merugikan.
4. Transportasi ke daerah Sumberdaya Alam terbatas mengingat Indonesia merupakan kepualauan.
5. Sumberdaya manusia yang belum memenuhi klasifikasi.

Sumber : https://guruips.co.id/

Kriteria, Bentuk dan Dasar Perencanaan Kota

Kriteria, Bentuk dan Dasar Perencanaan Kota

Kriteria, Bentuk dan Dasar Perencanaan Kota

Kriteria, Bentuk dan Dasar Perencanaan Kota
Kriteria, Bentuk dan Dasar Perencanaan Kota

Kriteria kawasan perkotaan meliputi:

a. Memiliki karakteristik kegiatan utama budidaya bukan pertanian atau mata pencaharian penduduknya terutama di bidang industri, perdagangan, dan jasa; dan
b. Memiliki karakteristik sebagai pemusatan dan distribusi pelayanan barang dan jasa didukung prasarana dan sarana termasuk pergantian moda transportasi dengan pelayanan skala kabupaten atau beberapa kecamatan.

Baca Juga : Sifat, Ciri dan Faktor Terbentuknya Pasar Oligopoli

 

Bentuk kawasan perkotaan berupa :

a. Kota sebagai daerah otonom;
b. Bagian daerah kabupaten yang memiliki ciri perkotaan; atau
c. Bagian dari dua atau lebih daerah kabupaten yang berbatasan langsung dan memiliki ciri perkotaan.

Baca Juga :  Pengertian, Ruang Lingkup Fisiologi Dalam Biologi Beserta Fungsinya

 

Perencanaan kawasan perkotaan dilaksanakan secara terintegrasi antara matra ruang, program dan kegiatan. Perencanaan kawasan perkotaan mempertimbangkan:
a. Aspek idiologi, politik, sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, teknologi, dan pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b. Pendekatan pengembangan wilayah terpadu;
c. Peran dan fungsi kawasan perkotaan;
d. Keterkaitan antar kawasan perkotaan dan antara kawasan perkotaan dengan kawasan perdesaan;
e. Keterpaduan antara lingkungan buatan dengan daya dukung lingkungan alami; dan
f. Pemenuhan kebutuhan penduduk kawasan perkotaan.

Baca Juga :  Peran dan Manfaat Tumbuhan Paku Bagi Kehidupan

 

Arah pembangunan kawasan perkotaan yang tertuang dalam RPJPD memuat:

a. Peningkatan kesejahteraan masyarakat perkotaan;
b. Pemenuhan standar pelayanan perkotaan; dan
c. Keterkaitan fungsi antar kawasan perkotaan.

Arah pembangunan kawasan perkotaan yang tertuang dalam RPJPD menjadi acuan penyusunan rencana tata ruang dan pedoman penyusunan RPJMD.
Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Otonom tertuang dalam RTRW kota, Rencana Detail Tata Ruang, dan Rencana Teknik Ruang. Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan yang berada di kabupaten tertuang dalam Rencana Detail Tata Ruang dan Rencana Teknik Ruang. Rencana Detail Tata Ruang dijadikan pedoman untuk:
a. Pengaturan tata guna tanah (Land Regulation);
b. Penerbitan surat keterangan pemanfaatan ruang;
c. Penerbitan Advise Planning;
d. Penerbitan izin prinsip pembangunan;
e. Penerbitan izin lokasi;
f. Pengaturan teknis bangunan;
g. Penyusunan rencana teknik ruang kawasan perkotaan; dan
h. Penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan.

Baca Juga :  Kelebihan, Kelemahan dan Contoh Yang Berhubungan Dengan Pasar Oligopoli

 

Rencana Teknik Ruang, dijadikan pedoman untuk:

a. Penerbitan izin mendirikan bangunan;
b. Penertiban letak, ukuran bangunan gedung dan bukan gedung; dan
c. Penyusunan rancang bangun bangunan gedung dan bukan gedung.

Sumber : https://www.murid.co.id/

Makalah Jaringan Tumbuhan

Makalah Jaringan Tumbuhan

Makalah Jaringan Tumbuhan

  • Pengertian Jaringan Tumbuhan

Menurut Drs. Yayan Sutrian, yang dimaksud dengan jaringan adalah tiap-tiap kumpulan protoplas yang mempunyai dinding atau merupakan suatu kumpulan sel yang bentuk dan fungsinya sama.

Dengan batasan di atas, terutama tentang makna anak kalimat “suatu kumpulan sel yang bentuk dan fungsinya sama” maka kita dapat mengetahui tumbuhan ada yang mempunyai jaringan dan yang tidak mempunyai jaringan. Pada tumbuhan yang uniselluler atau terdiri dari satu sel (bakteria) tentunya tidak mempunyai jaringan, demikian pula tumbuh-tumbuhan yang rendah tingkat perkembangannya belum mempuyai jaringan. Jaringan-jaringan umumnya terdapat pada tumbuh-tumbuhan yang tinggi tingkat perkembangannya, semakin tinggi tingkat perkembangannya semakin jelas pula adanya diferensiasi yang membentuk alat-alat tumbuhan yang berlainan.

Dalam pengertian tentang sekumpulan sel itu, hendaknya kita tidak keliru menafsirkannya, janganlah suatu tumbuhan yang mempunyai banyal sel selalu ditafsirkan sebagai jaringan. Pada tumbuh-tumbuhan golongan Algae(ganggang) tertentu misalnya, tumbuhan ini terdiri dari banyak sel. Akan tetapi masing-masing selnya masih aktif dalam segala proses hidupnya, jadi hanya merupakan individu-individu yang mengumpul atau katakanlah kumpulan sel-sel atau lazim disebut koloni.

  • Klasifikasi Jaringan Tumbuhan dan Karakteristiknya Masing-Masing

Jaringan-jaringan tumbuhan secara umum dapat dibagi menjadi jaringan meristem dan jaringan dewasa.

2.2.1.    Jaringan meristem

Jaringan meristem adalah jaringan muda yang sel-selnya selalu membelah atau bersifat embrional. Membran selnya demikian tipis, bentuknya menunjukkan bentuk yang teratur, antara segiempat dan kubus, sedangkan ruang sel masih penuh dengan protoplas serta vakuola yang kecil-kecil. Dalam kondisi demikian ini sifat khusus dari jaringan muda yaitu sel-sel yang membentuknya selalu mengadakan kegiatan-kegiatan untuk membelah” yang dalam istilah lainnya disebut meristematis. Letak jaringan ini terdapat di ujung dari alat-alat tumbuhan. Macam-macam meristem berdasarkan asal terjadinya yaitu:

  1. Pomeristem, jaringan tumbuhan yang ada pada saat tumbuhan masih dalam tingkat embrio.
  2. Meristem primer, jaringan meristem yang sel-selnya merupakan perkembangan langsung dari sel-sel embrional sehingga merupakan lanjutan dari pertumbuhan embrio. Aktivitas meristem ini akan mengakibatkan batang dan akar tumbuh memanjang, pertumbuhan ini disebut pertumbuhan primer.
  3. Meristem sekunder, meristem yang berasal dari jaringan dewasa yang telah mengadakan diferensiasi. Misalnya kambium dan kambium gabus yang terjadi dari parenkim atau jaringan dasar dan kolenkim. Pertumbuhan ini menyebabkan tubuh tumbuhan bertambah besar.

Menurut letaknya jaringan meristem dibagi menjadi:

  1. Meristem apikal/meristem ujung, yaitu jaringan meristem yang meristem yang terletak di ujung akar dan batang (titik tumbuh) yang berperan dalam pertumbuhan primer tumbuhan.
  2. Meristem lateral/meristem samping, terletak sejajar dgn permukaan organ tempat jaringan ini ditemukan. Dapat berupa kambium pembuluh dan kambium gabus.  Pembesaran meristem lateral menyebabkan pembesaran pada akar dan batang.  Pembelahan meristem lateral disebut pertumbuhan sekunder dan jaringan yg dibentuk disebut jaringan sekunder  Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan skunder. Pertumbuhan sekunder adalah proses pertumbuhan yang menyebabkan bertambah besarnya akar dan batang tumbuhan. Meristem lateral disebut juga sebagai kambium. Kambium terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang dan membentuk jaringan skunder pada bidang yang sejajar dengan akar dan batang.
  3. Meristem interkalar, yaitu jaringan meristem yang terletak diantara jaringan meristem primer dan jaringan dewasa. Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah rumput-rumputan (graminae). Pertumbuhan meristem interkalar menyebabkan perpanjangan batang lebih cepat, sebelum tumbuhnya bunga.

Sumber : Jaringan Tumbuhan

PENGERTIAN BUANG AIR BESAR

PENGERTIAN BUANG AIR BESAR

Materi ini berhubungan dengan buang air besar pada manusia, diare, anus, konstipasi, usus, lambung, serangan mikroorganisme serta masalah pencernaan.

Manusia dapat melakukan buang air besar satu kali dalam beberapa hari atau beberapa kali dalam satu hari. Buang air besar (biasanya disingkat menjadi BAB) atau defekasi adalah tindakan atau proses makhluk hidup untuk membuang tinja atau kotoran yang setengah padat atau padat yang berasal dari sistem pencernaan mahkluk hidup.

Manusia bahkan dapat mengalami gangguan dalam buang air besar sehingga hanya beberapa kali saja dalam satu minggu atau dapat berkali-kali dalam satu hari, biasanya gangguan buang air besar tersebut dapat diakibatkan oleh cara hidup yang salah dan jika diteruskan dapat menjadi masalah yang lebih besar.

Pada peristiwa buang air besar, otot-otot pada dinding usus besar melakukan gerakan peristaltis.  Gerakan peristaltis  menggerakkan tinja dari saluran pencernaan menuju ke rektum.

Terdapat bagian yang membesar pada rektum disebut ampulla yang menjadi tempat penampungan tinja sementara (temporal).   Otot-otot pada dinding rektum yang dipengaruhi oleh sistem saraf sekitarnya dapat membuat suatu rangsangan untuk mengeluarkan tinja keluar tubuh.

Jika dihambat maka tinja dapat kembali ke usus besar yang menyebabkan air pada tinja tinja menjadi sangat padat dan kembali diserap.   Jika buang air besar tertunda untuk masa yang agak lama dan tinja terus mengeras, konstipasi dapat terjadi. Sementara, laju tinja secara refleks akan menjadi lebih cepat apabila terjadi infeksi bakteri atau virus di usus yang akan menyebabkan penyerapan air lebih sedikit (berkurang).

Akibatnya, tinja menjadi lebih encer sehingga perut terasa mulas dan dapat terjadi pembuangan tak terduga (tiba-tiba) yang disebut diare.

Proses BAB (Buang air Besar)

Ketika rektum telah penuh, tekanan di dalam rektum akan terus meningkat dan menyebabkan rangsangan untuk buang air besar. Tinja akan didorong menuju ke saluran anus. Otot pada anus yaitu otot sphinkter akan membuka lubang anus untuk mengeluarkan tinja.

Selama buang air besar (BAB) saluran pencernaan tertekan oleh diafragma, otot dada, otot dinding abdomen, dan diafragma pelvis.    Pernapasan akan terhenti sementara ketika diafragma dada tertekan oleh paru-paru ke  arah bawah untuk memberi tekanan. Selanjutnya, tekanan darah meningkat dan darah yang dipompa menuju jantung bertambah tinggi.

Buang air besar dapat terjadi secara  tak sadar dan sadar. Kehilangan kontrol terhadap buang air besar terjadi karena cedera fisik (seperti cedera pada otot sphinkter anus), kurangnya penyerapan air pada usus besar yang  menyebabkan diare, kematian dan radang. baca juga : ciri ciri kingdom animalia

PPBR dan IGB Akan Gelar Bogor Criterium Challenge

PPBR dan IGB Akan Gelar Bogor Criterium Challenge

PPBR dan IGB Akan Gelar Bogor Criterium Challenge

 

PPBR dan IGB Akan Gelar Bogor Criterium Challenge

Paguyuban Pesepeda Bogor Raya (PPBR) bersama dengan Konsultan Teknis Indonesia Grand Prix (IGP) berencana menggelar event nasional Bogor Criterium Challenge. Jika tidak ada halang melintang, event olahraga balap sepeda jalan raya yang terdiri dari beberapa putaran ini akan dilaksanakan di Seputar Kebun Raya Bogor dengan melibatkan sekitar 750 peserta.

“Di lomba ini ada tujuh kategori, sebut saja kategori Pelajar, kategori Youth, Kategori Men’s Junior, Executive, Men’s Elite, Men’s Open, Women Open, Women Junior dan Komunitas,” ujar Konsultan Teknis Indonesia Grand Prix, Cheppy Sulaiman usai audiensi dengan Wali Kota Bogor, Bima Arya di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Jalan Ir. Juanda, Kota Bogor, Selasa (14/05/2019).

Cheppy mengatakan, Criterium Challenge ini merupakan event lomba resmi berskala nasional yang mana beberapa kota sudah pernah menyelenggarakan event ini, seperti Yogyakarta, Banjarnegara, Boyolali, Batu dan Jakarta.

Untuk itu pihaknya membuka seluas-luasnya peserta baik dari itu komunitas dan individu dari Kota Bogor maupun luar kota untuk meramaikan lomba ini. Hadiah jutaan rupiah pun siap menanti peserta yang berhasil keluar jadi juara satu hingga juara lima.

“Kami ingin lomba ini bisa jadi kegiatan tahunan di Kota Bogor mengingat event ini berkonsep sport tourism,” imbuhnya.

Konsep sport tourism ini dipilih karena pada event ini bukan semata event olahraga tetapi juga untuk menaikan potensi wisata dan ekonomi di Kota Bogor. Mulai dari digelarnya bazar UMKM di beberapa titik sampai hadirnya peserta dari luar kota dan atlet internasional yang turut menjajal kemampuannya di lomba ini.

“Harapan kami event ini bisa merangsang komunitas dan pesepeda di Bogor dan nasional untuk semakin hidup sehat dan bisa saling silaturahmi,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan mendukung kegiatan ini, namun kendala meminimalisir kemacetannya harus bisa dipecah. Mengingat event ini akan digelar di hari Sabtu dan dari pagi hingga malam.

“Panitia harus melihat dulu kondisi seputar KRB di Sabtu Minggu seharian karena kan Sabtu-Minggu macet. Kalau kemacetannya bisa dipecahkan dan kata polisi bisa saya dukung,” katanya.

 

Artikel Terkait :